Ayo Sekolah

Nilai Terbaik, bukan dari Angka Terbaik

Perspektif Ilmiah
diposting oleh yuniawan-pasca11 - 12 April 2012
kategori : Metode Sosial - 0 komentar

Dikatakan oleh Prof. Armada, disertasi itu sebenarnya “merevisi karakter tentang perspektif”. Dalam filsafat modern, dikenal perjalanan atau daur hidup mulai dari mitos – Filsafat - Filsafat dan Kekristenan - medieval -  renaissance - filsafat  modern - abad 18 - abad 19 - abad 20 - setelah PD II) – hingga era saat ini. Meski demikian, menurut Prof. Armada, mitos itu berhenti dalam kisah, sementara ilmu berlanjut dalam pencarian kebenaran. Sementara filsafat modern itu, sebenarnya berawal dari kemunduran iman dari dunia Barat, hingga kemudian lahir Western Culture.  

Setelah era skolastik, bertemu dengan era renaisans, kemudian rasionalisme, hingga tiba pada romantisme ilmu pengetahuan. Filsafat modern, dikenal sebagai tanda masuk ke dalam era rasionalisme. Pada era skolastik – medieval, ada pada wilayah terminology. Kebenaran ilmu pengetahuan harus tidak pada logika atau argumentasi logis. Sementara pada masa medieval, ilmu pengetahuan cenderung muncul sebagai doktrim atau fatwa. Di sisi lain, pada era skolastik kebenaran diletakkan pada kata, belum bersimpuh pada kesimpulan yang meletakkan kata pada kebenaran. Pada era skolastik, kebenaran itu dianggap hanya ada di kitab-kitab suci saja.     

Lantas, apa itu ilmiah? Dikatakan oleh Descartes, “saya berpikir maka saya ada!”. Dengan demikian, maka kita akan memperoleh kebenaran. Kebenaran yang baru, dan meninggalkan yang lama. Masih menurut Descartes, segalanya bisa diragukan, kecuali tatkala kita sedang berpikir, yaitu aktivitas ketika sedang berada dalam keragu-raguan. Untuk itu, dibutuhkan sense untuk mencari kebenaran baru.

Jadi metodologi merupakan proses agar bisa menemukan ilmu baru. Berasal dari kata modus atau metodos yang berarti “cara”. Pada era rasionalisme, segala sesuatu diukur dengan akal budi. Sementara romantisme, melihat keindahan dari hati dan bukan dari akal budi. Jadi, kebenaran itu adalah yang indah-indah, tidak memangsa dan tidak menindas. 



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :