Ayo Sekolah

Nilai Terbaik, bukan dari Angka Terbaik

Modernitas dan Ilmu Pengetahuan
diposting oleh yuniawan-pasca11 - 12 April 2012
kategori : Metode Sosial - 0 komentar

Menurut Prof. Armada, modernitas pertama kali dikenal sejak Descartes menyatakan bahwa akal budi adalah segala-galanya. Dengan rasio, maka akan terjadi perkembangan ilmu pengetahuan yang kemudian menghasilkan teknologi. Teknologi tersebut, kemudian mampu mempercepat laju industrialisasi, hingga lantas lahirlah revolusi sosial.

Sementara menurut F. Bacon," sciences is power!" Dikatakan oleh Prof. Armada, bahwa teknologi sebagai penopang industrialisasi, telah menghasilkan perbudakan baru. Di sisi lain, teknologi juga mendorong perkembangan ilmu pengetahuan, hingga kemudian lahir ilmu pengetahuan sosial. Hal ini kemudian menimbulkan permasalahan-permasalahan, yang diawali dengan pertanyaan seputar “keadilan”. Tentang apa itu keadilan, dan untuk menjawab beberapa pertanyaan sosial yang lain, sejak itu dibutuhkan sebuah metodologi. 

Di sisi lain, Karl Marx dalam mendiagnosa masyarakat, menggunakan logika kapital. Menggunakan jalan ini, kemudian ia melakukan analisis ekonomis, hingga kemudian tiba pada pertanyaan seputar ketidakadilan dan kemerosotan. Karl Marx dengan pandangan materialistisnya, menganggap rasio atau akal budi, dipengaruhi oleh ekonomi. Sebagai contoh, jika kita lapar, maka kita tidak bisa berpikir. Menurut Karl Marx, materi berada pada level metafisik, sementara sejarah materi manusia, sebenarnya banyak diwarnai dengan perang.  

Manusia menurut Karl Marx, tidak memiliki kesadaran rasionalitas. Agama sebagai candu, membuat manusia tidak punya kesadaran hidup, dan kemudian membuatnya menjadi diasingkan. Keterasingan ini membuat ia tidak memiliki kesadaran rasionalitas. Manusia, ternyata bukan pemilik hidupnya. Jadi karenanya, ketidakadilan bukan lagi berbicara tentang gaji yang rendah. Ketidakadilan itu produk dari sistem. Pada konteks kemiskinan misalnya, orang miskin itu ada bukan karena nasib miskinnya, namun karena ia menjadi korban yang terluka oleh sistem. 

Revolusi sosial itu sendiri seakan berbaur dengan kelahiran modernitas. Revolusi sosial lahir pada abad ke-16 di Paris. Kejadian ini lahir dari realitas sosial yang kacau, sebagai akibat dari kemajuan industri. Dari sini kemudian muncul Aguste Comte yang untuk pertama kali menggunakan istilah “sosiologi”. Menurutnya, ilmu tidak sekedar mencatat. Suatu ilmu akan tidak ada gunanya, jika tidak mampu mengubah sosietas.   

Perjalanan mulai dari mitos hingga modernitas, menghasilkan problem sosial. Sementara fenomenologi sebagai bagian dari ilmu filsafat, juga menaruh perhatiannya terhadap problem-problem sosial yang terjadi. Jadi dalam fenomenologi, data tidak hanya sekedar menempatkan diri untuk hadir bersama-sama mereka. 



Tinggalkan Komentar
Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :